MAJALENGKA – Musibah menimpa keluarga Acim Darsim (50), warga Blok Sabtu RT 04 RW 02, Desa Patuanan, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Dapur rumah miliknya roboh akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk.
Peristiwa tersebut diketahui pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 08.15 WIB. Namun, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, bangunan dapur diperkirakan telah ambruk pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Babinsa Koramil 1710/Leuwimunding Kodim 0617/Majalengka menjelaskan, robohnya dapur diduga disebabkan konstruksi bangunan yang telah mengalami pelapukan sehingga tidak lagi mampu menopang beban bangunan.
“Bangunan dapur roboh akibat kondisi bangunan yang sudah tua. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” ujar Babinsa.
Beruntung, saat bangunan ambruk tidak ada anggota keluarga yang berada di dalam dapur sehingga peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Meski demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp20 juta akibat robohnya bangunan dapur.
Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Aparat Desa Bergerak Cepat
Sesaat setelah menerima laporan, Babinsa Koramil 1710/Leuwimunding, Bhabinkamtibmas, serta aparat Pemerintah Desa Patuanan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
Selain melakukan pendataan kerusakan, petugas juga mengajak masyarakat sekitar untuk bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan agar tidak membahayakan warga.
Semangat kebersamaan pun terlihat di lokasi. Warga bahu-membahu membantu membersihkan puing-puing bangunan sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban agar dapat segera membangun kembali dapur yang roboh.
Warga Diimbau Waspadai Bangunan Tua
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi rumah, terutama bangunan yang telah berusia puluhan tahun. Struktur yang mulai lapuk berpotensi roboh sewaktu-waktu, terlebih saat menghadapi perubahan cuaca atau beban bangunan yang sudah tidak mampu ditahan.
Kehadiran Babinsa bersama aparat desa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata sinergi TNI, Polri, dan pemerintah desa dalam memberikan respons cepat terhadap musibah sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang masih terjaga di Kabupaten Majalengka.
















































