Majalengka – Masa depan Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka dinilai semakin menjanjikan setelah pemerintah mendorong transformasi kawasan tersebut menjadi pusat industri dirgantara nasional.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut optimistis rencana pengembangan tersebut. Menurutnya, perubahan arah pengembangan Bandara Kertajati tidak hanya akan memperkuat sektor penerbangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Optimisme itu disampaikan Eman setelah menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI dan PT BIJB (Perseroda) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
“Semoga kerja sama strategis ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarlembaga, mendorong pengembangan sektor kedirgantaraan dan kebandarudaraan, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah, khususnya di Kabupaten Majalengka dan Provinsi Jawa Barat,” ujar Eman dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Kertajati Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Dirgantara
Eman menilai, transformasi Bandara Kertajati menjadi kawasan industri kedirgantaraan akan memberikan efek ganda bagi perekonomian.
Pengembangan tersebut dinilai berpotensi membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Kabupaten Majalengka sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Rebana.
Dengan konsep tersebut, Bandara Kertajati tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pesawat datang dan berangkat.
Kawasan ini diproyeksikan berkembang menjadi ekosistem industri dirgantara yang mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pengujian pesawat, manufaktur, perawatan, hingga pengembangan teknologi penerbangan.
PTDI Siapkan Uji Terbang Pesawat dan Drone
Dalam rencana pengembangan awal, PTDI akan mengoptimalkan berbagai fasilitas yang telah tersedia di Bandara Kertajati.
Salah satu fasilitas yang akan dimanfaatkan adalah landasan pacu untuk kegiatan uji terbang pesawat dan drone.
Kegiatan tersebut dapat mencakup kebutuhan komersial maupun pertahanan.
Pemanfaatan fasilitas ini menjadi langkah awal dalam membangun aktivitas industri kedirgantaraan di Kertajati.
Dengan dukungan kawasan yang luas dan konektivitas yang strategis, Kertajati dinilai memiliki potensi untuk menjadi lokasi pengembangan industri penerbangan nasional.
MRO Dibangun di Lahan hingga 200 Hektare
Selain kegiatan uji terbang, PTDI juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di kawasan Bandara Kertajati.
Fasilitas tersebut direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 150 hingga 200 hektare.
Kawasan MRO nantinya diproyeksikan mencakup berbagai fasilitas strategis, antara lain manufaktur pesawat, perawatan pesawat, layanan rekayasa teknologi, hingga pengembangan industri pesawat tanpa awak atau drone.
Jika rencana tersebut terealisasi, Kertajati berpotensi menjadi salah satu kawasan industri dirgantara terintegrasi di Indonesia.
Produksi Pesawat N219 Berpotensi Dipindahkan ke Kertajati
Dalam jangka panjang, PTDI juga berencana memindahkan lini produksi pesawat N219 ke Bandara Kertajati.
Relokasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus mendukung kemudahan distribusi komponen pesawat ke pasar internasional.
Bagi Majalengka, rencana tersebut menjadi peluang strategis untuk meningkatkan peran daerah dalam rantai industri penerbangan nasional.
Kehadiran fasilitas produksi pesawat juga berpotensi mendorong tumbuhnya industri pendukung, termasuk sektor logistik, teknologi, jasa, pendidikan vokasi, hingga usaha mikro dan kecil.
Bupati: Kertajati Harus Memberikan Dampak Nyata
Eman menegaskan, pengembangan Bandara Kertajati harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, PT BIJB, dan PTDI menjadi faktor penting untuk mempercepat terwujudnya kawasan industri dirgantara tersebut.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BIJB, dan PTDI ini kami harapkan dapat mempercepat terwujudnya Kertajati sebagai kawasan industri dirgantara yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Eman.
Dengan rencana pengembangan tersebut, Bandara Kertajati kini memasuki babak baru.
Jika sebelumnya Kertajati lebih banyak dikenal sebagai bandara internasional, ke depan kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri penerbangan nasional.
Dari landasan pacu menuju lini produksi, Bandara Kertajati berpeluang menjadikan Majalengka bukan hanya sebagai tempat pesawat mendarat, tetapi juga sebagai tempat lahirnya pesawat-pesawat buatan Indonesia.















































