MAJALENGKA – Potensi tebu Majalengka terus menunjukkan prospek yang menjanjikan. Pemerintah Kabupaten Majalengka memproyeksikan produksi tebu tahun 2026 mencapai 444.000 ton, seiring berlangsungnya Panen Raya Tebu Majalengka yang menjadi bagian dari Panen Raya TNI Tahun 2026 di Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Jumat (17/7/2026).
Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mengatakan sektor tebu Majalengka merupakan salah satu kekuatan utama pertanian daerah. Saat ini terdapat sekitar 6.300 hektare lahan tebu yang dikelola oleh 2.818 petani yang tergabung dalam 113 kelompok tani.

Menurut Dena, potensi pengembangan produksi tebu Majalengka masih sangat besar karena kebutuhan gula di Jawa Barat jauh lebih tinggi dibandingkan produksi yang tersedia. Dari kebutuhan sekitar 400 ribu ton gula per tahun, produksi gula Jawa Barat saat ini baru mencapai sekitar 100 ribu ton.
“Ini menjadi peluang bagi petani Majalengka untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan. Pemerintah daerah akan terus hadir melalui penguatan kolaborasi, pendampingan, dan dukungan terhadap sektor pertanian,” ujar Dena.
Ia menjelaskan, pada panen tahap pertama tahun ini sekitar 1.100 hektare lahan telah dipanen. Jika seluruh areal tebu Majalengka seluas 6.300 hektare selesai dipanen, total produksinya diperkirakan mencapai 444.000 ton tebu atau setara sekitar 31.000 ton gula kristal.
Dena menegaskan Pemerintah Kabupaten Majalengka akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI Angkatan Udara, BUMN, serta petani guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan komoditas tebu tidak hanya mendukung target swasembada gula nasional, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan dan meningkatkan pendapatan ribuan petani di Kabupaten Majalengka.
Panen Raya Tebu di Desa Sumber Kulon merupakan bagian dari Panen Raya TNI Tahun 2026 yang dilaksanakan serentak di 42 titik di Indonesia. Kegiatan nasional tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa TNI mendapat tugas mendampingi tiga komoditas strategis nasional sebagai bagian dari program ketahanan pangan. TNI Angkatan Udara mendampingi komoditas tebu, TNI Angkatan Darat mendampingi padi, dan TNI Angkatan Laut mendampingi kedelai.
Di Kabupaten Majalengka, kegiatan panen raya dipimpin Panglima Komando Udara I Marsda TNI Erwin Sugiandi, M.Han. Acara turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Komandan Lanud Sugiri Sukani Letkol Pnb Yudisthira, unsur Forkopimda Kabupaten Majalengka, perwakilan BUMN, serta ratusan petani tebu.
Dengan luas areal yang terus berkembang dan dukungan berbagai pihak, Majalengka diharapkan menjadi salah satu sentra produksi gula di Jawa Barat sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di masa mendatang.
















































