MAJALENGKA – Tragedi robohnya videotron di Bundaran Cigasong pada Jumat (24/7/2026) menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Majalengka. Duka itu terasa semakin emosional ketika Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, datang langsung ke RSUD Majalengka untuk menjenguk para korban bersama istri dan Sekretaris Daerah.
Suasana di rumah sakit berubah haru saat orang nomor satu di Kabupaten Majalengka itu menyampaikan belasungkawa. Peristiwa nahas tersebut ternyata bukan hanya menyentuh sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai sesama warga. Salah satu korban meninggal dunia, Wina Apriyanti (18), diketahui berasal dari Desa Hegarmanah, Kecamatan Banjaran, kampung yang sama dengan Bupati Eman.

Dengan nada lirih, Eman mengaku sangat terpukul atas musibah tersebut.
“Kebetulan ini menimpa saudara saya juga, satu kampung di Desa Hegarmanah, Kecamatan Banjaran. Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya korban,” ungkapnya.
Di tengah suasana berkabung, Bupati mengingatkan bahwa Kabupaten Majalengka selama ini dikenal sebagai “Kota Angin“. Menurutnya, periode Juli hingga September merupakan masa ketika embusan angin kencang kerap melanda berbagai wilayah.
“Memang benar, Majalengka ini Kota Angin. Dan pada bulan-bulan ini, kekuatan anginnya sedang tinggi-tingginya. Karena itu, kami selalu mengimbau masyarakat untuk waspada,” katanya.
Namun, musibah ini juga memunculkan pertanyaan besar dari masyarakat mengenai keamanan konstruksi reklame dan videotron yang berdiri di ruang publik. Sejumlah warga bahkan melaporkan masih ada papan reklame lain yang tampak bergoyang saat diterpa angin.
Merespons kekhawatiran tersebut, Bupati Eman memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh konstruksi reklame dan videotron di Kabupaten Majalengka guna memastikan keselamatannya.
Tragedi di Bundaran Cigasong kini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Di balik runtuhnya sebuah konstruksi, ada keluarga yang kehilangan orang tercinta, ada harapan yang terputus, dan ada duka yang menyelimuti satu kampung.
Kini masyarakat berharap penyebab pasti robohnya videotron dapat diungkap secara transparan melalui penyelidikan yang sedang berlangsung, sehingga apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
















































